Thursday, November 28, 2013

DIRIKU

Saya dilahirkan oleh kedua pasangan Bapak Suwiji Yoga Saputra dan Ibu Heny Nuryati , di RS Panti Rini Yogyakarta pada hari Senin tanggal 11 Maret Desember 1994 dengan nama, Dyah Hediana Windasari , biasa dipanggil dengan sebutan Winda. Saya dilahirkan normal. Saya berjenis kelamin Perempuan. Saya adalah anak pertama dan  dari 3 bersaudara. Saya beragama Islam.  Saya selalu bercita-cita menjadi Guru. Saya ingin menjadi Guru karena saya selalu berusaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Setelah saya lahir, saya tinggal di Citeroup, Bogor, Jawa Barat dan pada tahun 2000 hingga sekarang saya bertempat tinggal di Kaliajir Lor, Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta.

RIWAYAT ORANGTUA

Bapak saya lahir di Bojonegoro 17 Agustus 1969 dari kedua pasangan Bapak Lasiman dan Ibu Suminten. Bapak Saya pernah bekerja sebagai HR di perusahaan Indocement. Sekarang bekerja sebagai wirausaha  bengkel las

Ibu saya lahir di Yogyakarta pada tanggal 15 Desember tahun 1968 dari kedua pasangan bapak Tugimin dan Puji Sarjono. Ibu saya sekarang bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Karangharjo

RIWAYAT PENDIDIKAN

Saya memulai riwayat pendidikan saya pada tahun 1998 di TK ABA di Bogor Jawabarat. Karena pada tahun 2000 saya pindah rumah. Setelah dari TK saya melanjutkan di SD N Kaliajir Yogyakarta, pada awalnya saya belum bisa diterima di SD tersebut, tetapi karena dengan prestasi ku dikelas 1 maka saya pun dianggap menjadi siswa termuda di angkatan itu. Setelah 6 tahun belajar di SD N Kaliajir dan lolos dengan NEM 24,00 maka saya melanjutkan ke SMP N 1 Berbah, selama belajar disana 3 tahun banyak prestai yang saya peroleh. Setelah 3 tahun belajar di SMP N 1 Berbah dan lolos dengan NEM 32,90 yaa, walaupun kurang memuaskan. Saya melanjutkan di STM Pembangunan Yogyakrta atau sering disebut SMKN 2 Depok, sekolah yang merupakan favorit di Yogyakarta sendiri. Disana saya terpilih menjadi anggota paskibra STEMBAYO , walaupun sebagai pasukan 45, Saya mengikuta Ekstra Kulikuler PM yang banyak memperoleh prestasi di kota Yogyakrta ini, Saya belajar di STM Pembangunan selama 4 tahun, dan pada saat kelas 4 saya berkesempatan melakukan PKL Di PT. Mega Andalan Kalasan selama 5 bulan. Setelah Lulus dari STM Pembangunan Yogyakarta dengan rata rata nilai 9,1. Saya berkeinginan melanjutkan studi di UNY dengan jurusan PGSD, tetapi karna tidak lolos tes, saya mendaftar di Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa dengan jurusan PGSD Melalui jalur prestasi. Sampai sekarang
 


PRESTASI

Pada saat kelas 1SD saya menjuarai lomba lukis dan mewarnai tingkat provinsi. kelas 4 SD juara Lomba cerdas cermat agama tingkat kecamatan dan Kelas 6 SD Juara lomba Bahasa Indonesia tingkat kecamatan
Saat SMP saya mengikuti lomba tonti dan mendapat peringkat 6 tingkat kabupaten. dan mengikuti lomba volly di wilayah Sleman timur serta mendapat beasiswa sebagai siswa berprestasi
Saat STM saya mengikuti Lomba PMR dan menjadi juara umum di DIY

HAL-HAL MENARIK DARI SAYA

Saat hari pertama saya masuk TK ABA saya diantarkan oleh ibu saya, saat ibu saya pergi, saya menangis dan mengejarnya tetapi ibukuu sudah pergi dengan mobil.

Saat saya masih SD saya disuruh untuk mengikuti lomba pidato, saat sudah sampai di tempat lomba saya menangis karena ada banyak orang yang menonton jadi saya di batalkan untuk ikut.

.

TRANSFORMASI PENDIDIKAN

Perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aktivitas kehidupan. Teknologi mampu menghubungkan daerah daerah di berbagai belahan dunia yang melampaui sekat-sekat geografis sehingga dunia menjadi tanpa batas.Transformasi dunia abad 21 ini berdampak pada :
  1. Pasar dunia berkembang
  2. Kompetisi dalam skala global
  3. Pengetahuan sebagai mata uang baru
  4. Kebutuhan akan teknoligi
Perkembangan di abad 21 ini juga tentunya akan berdampak pada dunia pendidikan. Proses pembelajaran tentunya harus beradaptasi dengan perubahan. Pembelajaran abad 21 dengan kehadiran ICT dalam dunia pendidikan,  menuntut siswa untuk kreatif, inovatif, berfikir kritis serta metakognitif dan sehingga menjadikan siswa memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja kolaborasi (berkelompok). dengan harapan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dijadikan bekal hidup di masyarakat yang memiliki karakter baik lokal maupun global dan dapat dipertanggung jawabkan secara personal maupun sosial masyarakat. Artinya terdapat kriteria yang dibutuhkan untuk menghadapi pembelajaran abad 21 ini (21st century skills), yakni:
  1. Kreativitas dan kewirausahaan
  2. Literasi teknologi dan media
  3. Komunikasi efektif
  4. Pemecahan masalah
  5. Berpikir kritis
  6. Bekerja sama
Dengan semakin berkembangnya teknologi di abad 21, maka proses pembelajaran harus beradaptasi terhadap perubahan ini. Dari proses pembelajaran yang berbasis Sumber Daya alam menjadi berbasis pengetahuan dengan disertai keterampilan berteknologi. Seperti yang kita ketahui negara kita, Indonesia, memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Namun hanya dengan sumber daya alam saja tidak cukup. Diperlukan Sumberdaya manusia yang meiliki pengetahuan dan terampil menggunakan teknologi.
Selain itu dalam pembelajaran abad 21, terjadi perubahan paradigma pendidikan. Yang tadinya proses pembelajaran berpusat pada guru, maka harus dirubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa.  Dalam pembelajaran yang berpusat pada guru, pembelajaran lebeih menekankan seolah olah guru memberikan ceramah pada siswa tanpa memberikan kebebasan pada siswa. Guru menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran dan siswa tidak memiliki kebebasan sendiri. Paradigma ini sudah seharusnya dirubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dimana siswa lebih memiliki kebebasan untuk berbicara, kebebasan untuk mengemukakan pendapat,dll. Sehingga siswa mampu memecahkan masalahnya sendiri. Selain itu dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, siswa diberikan pengalaman untuk belajar berkelompok, sehingga siswa bisa bersosialisi dengan temannya.
Dalam menghadapi pembelajaran abad 21 yang berbasis teknologi dan pengetahuan ini. Guru dihadapkan pada sebuah tantangan, yakni guru harus mampu:
  1. Mempersiapkan siswa untuk pekerjaan yang saat ini belum ada dan pekerjaan yang hilang
  2. Mengunakan teknologi yang belum ditemukan
  3. Memecahkan masalah yang belum muncul
Dalam transformasi pendidikan abad 21 Seorang guru harus memiliki 4 Kompetensi Dasar yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.

1. Pedagogik
Kemampuan dalam pembelajaran atau pendidikan yang memuat pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa, menguasai beberapa metodologi mengajar yang sesuai dengan bahan dan perkambangan siswa, serta menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik yang pada gilirannya semakin meningkatkan kemampuan siswa.

2. Kepribadian
Kemampuan kepribadian lebih menyangkut jati diri seorang guru sebagai pribadi yang baik, tanggung jawab, terbuka, dan terus mau belajar untuk maju. Yang pertama ditekankan adalah guru itu bermoral dan beriman. Hal ini jelas merupakan kompetensi yang sangat penting karena salah satu tugas guru adalah membantu anak didik yang bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik. Bila guru sendiri tidak beriman kepada Tuhan dan tidak bermoral, maka menjadi sulit untuk dapat membantu anak didik beriman dan bermoral.

3. Sosial
Kompetensi sosial meliputi: memiliki empati pada orang lain, memiliki toleransi pada orang lain, memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta melekat pada setiap kopetensi yang lain, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

4. Profesional
Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu.
Namun selain empat hal diatas terdapat satu kompetensi dasar yang perlu diperhatikan guru yaitu Teknoligi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Mengingat transformasi pembelajaran di abad 21 ini berbasis pengetahuan dan teknologi, maka guru memerlukan kompetensi TIK.
Adapun untuk menghadapi transformasi pendidknan abad 21 perlu memperhatikan langkah – langkah berikut:

Langkah 1
  1. Kecakapan abad 21
  2. Pembelajaran berpusat pada siswa
  3. Literasi teknologi
  4. Berpkir tingkat tinggi

Langkah 2
  1. Membuat RPP
  2. Pembelajaran berbasis proyek
  3. Kolaborasi online
  4. Penilaian abad 21
Filosofi dan Perubahan Gaya Hidup Dalam Pendidikan
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

Fungsi filosofis:
  1. Membawa penafsiran
  2. Bertindak sebagai ruang pembersih
  3. Menawarkan sumber dan bimbingan etis
  4. Menginduksi kebiasaan berpikir
Filsafat pendidikan memiliki fungsi merumuskan dasar dan tujuan pendidikan, merumuskan teori, bentuk dan sistem pendidikan serta merumuskan hubungannya dengan agama dan kebudayaan. Fungsi filsafat pendidikan sangat strategis karena merumuskan masalah-masalah mendasar yang berkait dengan dunia pendidikan dan hubungannya dengan pembangunan bangsa dan negara. Dasar dan tujuan pendidikan yang jelas akan memudahkan dalam penyelenggaraan pendidikan, dan dapat menjadi parameter akan tercapai tidaknya apa yang dicita-citakan.
Adapun proses dan peran pendidikan adalah:
  1. Serangkaian kegiatan komunikasi yang melibatkan orang dewasa dengan tujuan untuk mendewasakan anak
  2. Proses pendidikan dapat dilakukan dengan tatap muka ataupun menggunakan media
  3. Pendidikan akan memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya